Pemimpin Laboratorium Penelitian Angkatan
Udara untuk program Rocket Cargo, Greg Spanjers, menerangkan, standar
kelayakan dari program pengiriman kargo roket tersebut mengacu pada program
Sistem Pendaratan Manusia NASA di bulan.
Artinya, secara hipotesis, sistem pengiriman
ini mampu membawa persediaan dari satu sisi Bumi ke sisi lain dalam waktu
kurang dari satu jam.
Baca Juga:
Starship SpaceX Meledak dan Hancur Lebur di Angkasa, Ini Kronologinya
"Kami berbicara dengan sejumlah penyedia
(perusahaan roket luar angkasa) yang kami lihat berpotensi untuk datang guna
bersaing demi kontrak ini," ujar Spanjers.
Sejauh ini, Spanjers melihat SpaceX paling
berpotensi sebagai perusahaan yang mengembangkan program pengiriman kargo.
Namun, Spanjers mengungkapkan, pihaknya juga
melirik perusahaan lain selain milik konglomerat Elon Musk itu.
Baca Juga:
Pemilik SpaceX, Elon Musk Desak Stasiun Luar Angkasa Segera Dihancurkan
"SpaceX tentu saja yang paling terlihat,
tidak diragukan lagi. (Namun) apa yang Anda coba lakukan adalah masuk ke
lintasan orbit atau sub-orbital, menurunkan muatannya, dan mendaratkannya di
Bumi. Ada banyak perusahaan yang memiliki kemampuan teknologi tersebut saat
ini, tidak hanya SpaceX," ujar Spanjers. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.