Tapi turbulensi ini juga yang paling mungkin terjadi di pesawat.
Hal itu karena tipe ini lebih sulit untuk diprediksi, sehingga lebih sulit untuk dihindari.
Baca Juga:
Jaga Konektivitas Nusantara, BPKN RI Minta Fuel Surcharge Transparan dan Berkeadilan
Apakah perubahan iklim membuat turbulensi makin buruk?
Menurut Paul Williams, seorang profesor ilmu atmosfer di University of Reading, tidak ada data yang jelas tentang bagaimana perubahan iklim mempengaruhi Mountain wave turbulence atau Convective turbulence.
Tetapi turbulensi berjenis Clear air turbulence beresiko menjadi lebih sering dan intens.
"Suhu udara meningkat karena perubahan iklim. Atmosfer semakin bergejolak, akan ada turbulensi yang lebih parah di atmosfer," ujar Williams.
Baca Juga:
Harga Avtur Rp29.116 per liter, Harga Tiket Pesawat Bakal Naik 50%
Thomas Guinn, ketua ilmu penerbangan terapan di Embry-Riddle Aeronautical University, setuju akan hal tersebut.
"Turbulensi akan cenderung jadi lebih sering dan lebih intens dengan adanya perubahan iklim," kata Guinn.
Baik Williams maupun Guinn menunjukkan bahwa turbulensi yang parah sebenarnya meningkat lebih tinggi daripada turbulensi ringan.