WAHANANEWS.CO, Jakarta - Layar ponsel di China yang dipenuhi kisah CEO menikahi gadis miskin kini resmi diawasi ketat negara demi membendung glorifikasi kekayaan dan kekuasaan.
Pada Rabu (11/11/2024), pemerintah China mengeluarkan pedoman khusus untuk mengatur drama mikro romantis bertema CEO menikahi perempuan miskin sebagai respons atas maraknya konten yang mengagungkan status sosial dan harta.
Baca Juga:
China Ingatkan Risiko Konflik Bersenjata akibat Pasokan Senjata AS ke Taiwan
Pedoman tersebut dirilis Administrasi Radio dan Televisi Nasional China dengan tujuan mencegah promosi cita-cita yang mengaitkan pernikahan dan kesuksesan dengan individu atau keluarga berkuasa serta kaya raya.
Regulator juga memperingatkan kreator agar tidak sengaja menciptakan sensasi dengan memamerkan kekayaan, kekuasaan, dan gaya hidup mewah demi menarik perhatian penonton.
Drama mikro yang dimaksud umumnya diproduksi dalam format vertikal dengan durasi sekitar satu menit per episode dan dirancang penuh kejutan alur agar jutaan pengguna terus menatap layar ponsel.
Baca Juga:
China Mulai Bor Kerak Bumi hingga 10 Km, Ungkap Rahasia Lapisan Terdalam
Dalam pedoman itu, para kreator diminta mematuhi prinsip realisme saat menggambarkan komunitas wirausaha dan tidak membungkus cerita absurd dengan dalih kisah nyata.
Praktik semacam itu dinilai berpotensi mendistorsi persepsi publik terhadap pengusaha China sekaligus merusak citra komunitas wirausaha secara keseluruhan.
Pedoman tersebut menekankan bahwa kisah pengusaha China seharusnya diangkat dari perjalanan masa lalu dan masa kini, bukan semata berputar pada percintaan dan konflik keluarga.
Kreator juga diwajibkan menghindari promosi konsep pernikahan yang melekat pada status kekuasaan dan kekayaan sebagai jalan pintas menuju kebahagiaan.
Drama pendek ditegaskan tidak boleh sengaja menciptakan daya tarik dengan mempromosikan materialisme, pamer kekayaan, kekuasaan, atau hedonisme.
Penggambaran tokoh utama pun diminta tetap sejalan dengan nilai arus utama serta menjauhi narasi kesuksesan instan, kemudahan ekstrem, atau kekayaan dalam semalam.
Pada Selasa (18/2/2025), pemerintah China memperketat aturan dengan mewajibkan lisensi penayangan untuk seluruh drama mikro yang beredar di platform daring.
Kebijakan lisensi ini memungkinkan pengawasan lebih ketat terhadap konten digital seiring melonjaknya popularitas drama mikro di China.
Administrasi Radio dan Televisi Nasional China menyatakan seluruh drama mikro wajib memiliki izin distribusi film drama daring sebelum ditayangkan ke publik.
“Platform audiovisual daring tidak boleh menayangkan drama mikro pendek yang tidak memiliki izin atau nomor registrasi, dan juga tidak boleh menarik atau mengarahkan lalu lintas ke drama-drama tersebut,” kata otoritas tersebut.
Dengan nilai pasar mencapai sekitar 5 miliar dolar AS per tahun, video format pendek kini menjadi pesaing dominan bagi industri film China dan disebut sejumlah pakar hanya berada di bawah Hollywood.
Antara akhir 2022 hingga awal 2023, regulator mencatat telah menghapus 25.300 drama mikro dan hampir 1,4 juta episode karena memuat konten pornografi, kekerasan, berdarah, murahan, dan vulgar.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]