Dalam unggahan yang berbeda, Tirta juga memberikan contoh pasien yang pernah dia tangani karena menjadi korban krim yang salah sehingga menimbulkan alergi pada kulit.
"Izin nih. Pernah ga bapak polisi yg terhormat menerima pasien alergi kulit akibat krim yg salah? Saya pernah. Menyiksa lho ndan. Pake krim 1 bulan, penyakit alerginya bisa 6-12 bulan," tulis Tirta.
Baca Juga:
Richard Lee Dicekal ke Luar Negeri, Polda Metro Siapkan Pemanggilan
Menurut penuturannya, dari empat fungsi tugas dokter, salah satunya adalah memberikan edukasi, seperti yang dilakukan dokter Richard.
"Edukasi jelas kami lakukan, sebagai rangkaian 2 hal : preventif dan promotif, daripada warga mendapatkan krim yg salah dan jadi alergi masif," tulis Tirta.
"Produk yg di kritik, harus memperbaiki produknya! Agar semakin aman," imbuhnya.
Baca Juga:
Kasus Perlindungan Konsumen Richard Lee Bakala Diperiksa Polisi pada 4 Februari 2026
Tidak berhenti di situ, Tirta kemudian membandingkan hal yang lebih membahayakan antara kasus Richard Lee dengan kaburnya seseorang yang seharusnya menjalani.
"Kasus karantina kabur aja bebas karena sopan, dan dulu ga ditahan juga pas mau sidang," tulis Tirta dalam unggahannya.
"Bener begitu kah ndan? Lebh bahaya akses ilegal ke medsos ya? Daripada kabur karantina?," lanjut Tirta bertanya-tanya.