Oleh karena itu, terendamnya kota-kota di pesisir Pantura Jawa patut menjadi perhatian serius.
Hal itu berpotensi terjadi seiring dampak dari perubahan iklim.
Baca Juga:
Bocah 4 Tahun Dikunci dan Dipukul, Tangisnya Bongkar Aksi Pasutri Surabaya
Perubahan iklim yang dimaksud yakni terjadinya kenaikan permukaan air laut serta pergeseran tektonik.
Pakar Iklim dan Meteorolog BRIN dan Wakil Ketua Kelompok Kerja I IPCC, Edvin Adrian, menyampaikan, proyeksi menunjukkan bahwa permukaan laut regional rata-rata terus meningkat setiap tahunnya.
"Kenaikan air laut secara global itu hanya 3,60 milimeter per tahun. Tapi kalau kita lihat sejarahnya Jakarta lebih jauh dari itu," katanya.
Baca Juga:
Begal Berantai Surabaya-Sidoarjo, Pedagang Durian Dibacok dan Ponsel Dirampas
Edvin menegaskan, kenaikan air laut tak lepas dari fenomena mencairnya es di kutub bumi dan pemuaian air laut karena pemanasan global.
Sehingga mengakibatkan penambahan volume air laut, serta meningkatnya intensitas dan frekuensi banjir yang menggenangi wilayah daratan.
Akan tetapi, faktor yang memiliki peran besar dalam potensi terendamnya kawasan Pantura Jawa secara keseluruhan adalah penurunan muka tanah.