Kondisi itu juga dirasakan peserta lain bernama Jeff Whittington, yang mengikuti program tersebut karena merasa terlalu lama berada dalam posisi sebagai "pria baik" yang kerap berakhir di zona pertemanan.
Sementara itu, Steve Crook mengaku telah mencoba berbagai cara untuk bertemu perempuan, mulai dari mengikuti kelas salsa, bermain pickleball, hingga bergabung dengan klub berlayar, tetapi tetap kesulitan membangun koneksi yang ia harapkan.
Baca Juga:
Sudah Muak, Trump Bentak Netanyahu via Telepon soal Gencatan Senjata Gaza
Data Pew Research Center tahun 2024 menunjukkan pria cenderung lebih jarang mencari dukungan kepada teman, keluarga, maupun tenaga kesehatan mental ketika mengalami kesepian.
Dalam laporan yang sama, sebagian pria di Amerika Serikat menyebut polarisasi politik, aplikasi kencan, serta perubahan dinamika relasi setelah gerakan #MeToo membuat mereka semakin canggung memulai percakapan dengan perempuan.
Di bawah arahan Matt Artisan, peserta tidak langsung diberi kalimat-kalimat rayuan untuk digunakan kepada perempuan.
Baca Juga:
Lima Peserta Meninggal, DPR Desak Kemenhan Hentikan Sementara Latsarmil Kopdes
Mereka terlebih dahulu diarahkan untuk membangun keberanian memulai interaksi dengan orang asing di ruang publik.
Selama pelatihan, peserta mempelajari beberapa pendekatan seperti cold approach, day game, dan night game.
Setelah mendapatkan materi, mereka diminta mempraktikkan langsung pendekatan tersebut di pusat perbelanjaan dan kawasan hiburan di Nashville.