Salah satu tugas paling sederhana yang diberikan kepada peserta adalah menyampaikan pujian kepada perempuan yang tidak mereka kenal.
Bagi Matt, ukuran keberhasilan pelatihan bukan semata-mata apakah peserta berhasil mendapatkan nomor telepon perempuan.
Baca Juga:
Sudah Muak, Trump Bentak Netanyahu via Telepon soal Gencatan Senjata Gaza
Menurutnya, hal yang lebih penting adalah keberanian peserta menghadapi penolakan dan kemampuan mereka membangun rasa percaya diri.
"Kami ingin mengubah mereka selama proses ini. Kami ingin mereka menjadi pribadi yang lebih baik karena dengan begitu mereka juga akan mendapatkan pengalaman berkencan yang lebih baik," ujar Matt kepada CNN.
Pelatihan itu juga tidak hanya membahas cara membuka obrolan atau mempertahankan percakapan.
Baca Juga:
Lima Peserta Meninggal, DPR Desak Kemenhan Hentikan Sementara Latsarmil Kopdes
Peserta turut mendapat masukan mengenai penampilan, bahasa tubuh, cara berdiri, intonasi suara, hingga kebiasaan-kebiasaan kecil yang dinilai memengaruhi kesan pertama.
Dengan konsep tersebut, boot camp yang dijalankan Matt dikemas bukan hanya sebagai kelas merayu perempuan, tetapi juga sebagai latihan pengembangan diri.
Namun, program ini tetap memicu kontroversi meski Matt menegaskan pendekatannya mengutamakan rasa hormat terhadap perempuan.