Dalam kesehariannya, Safira mendatangi rumah-rumah warga untuk memastikan para ibu dapat melahirkan dengan aman dan anak-anak memperoleh layanan kesehatan yang layak.
Ia kerap berjalan menembus gelap malam, hujan, serta kesunyian desa demi membantu masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga:
BPKN RI Dukung Langkah BPOM Ungkap Temuan Paparan Toksin pada Susu Formula Bayi Impor
Di tengah keterbatasan fasilitas dan akses, Safira menjadi simbol harapan bagi warga desa yang selama ini jarang tersentuh pelayanan kesehatan.
Namun perjalanan pengabdiannya tidak selalu mudah.
Di balik ketenangan sikapnya, Safira menyimpan konflik dalam kehidupan rumah tangganya.
Baca Juga:
Perkuat Keamanan dan Perlindungan Konsumen, BPKN Luncurkan Standar Baru Industri Konser
Suaminya, Junaedi, perlahan terjebak dalam rasa frustrasi, kegagalan hidup, dan kemarahan yang memicu kekerasan dalam rumah tangga.
Ketika berbagai peluang hidup terasa tertutup bagi Junaedi, Safira dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan rumah tangga atau melindungi keselamatan serta martabat dirinya.
Potret Ketangguhan Seorang Perempuan