Fenomena hujan es biasanya terjadi
sangat lokal, dengan luasan berkisar 5-10 km saja.
Selain itu, prosesnya singkat kurang
dari 10 menit. Kejadiannya pun lebih sering terjadi antara siang dan sore hari.
Baca Juga:
Wanokaka Nusa Tenggara Timur Diguncang Gempa 6.0 Magnitudo
Kendati demikian, Hary menjelaskan
bahwa fenomena hujan es tidak bisa diprediksi secara spesifik, hanya bisa
diprediksi setengah sampai satu jam sebelum kejadian.
Itupun jika melihat atau merasakan
tanda-tandanya dengan tingkat keakuratan kurang dari 50%.
Seperti disebutkan sebelumnya, Hary
menegaskan bahwa karakter hujan es hanya berasal dari awan CB, meski tak semua
awan CB yang menimbulkan fenomena hujan es.
Baca Juga:
BMKG: Hari Raya Idulfitri, Waspada Hujan Lebat di Dua Hari Lebaran
"Dan kemungkinannya kecil untuk
terjadi kembali di tempat yang sama dan dalam waktu yang singkat,"
tandasnya. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.