Cho telah merancang mata uang virtual
yang disebut Ggool, yang berarti madu dalam bahasa Korea.
Setiap orang yang menggunakan toilet
ramah lingkungan mendapatkan 10 Ggool
sehari.
Baca Juga:
Dukung WFH, ALPERKLINAS: Diskon Tambah Daya 50 Persen Jadi Momentum Adaptasi Konsumsi Listrik Rumah Tangga
Mahasiswa dapat menggunakan mata uang
tersebut untuk membeli barang-barang di kampus, mulai dari kopi hingga mie instan, buah-buahan, dan buku.
Para siswa dapat mengambil produk yang
mereka inginkan di toko dan memindai kode QR untuk membayar dengan Ggool.
"Saya dulu berpikir bahwa tinja
itu kotor. Namun, sekarang tinja adalah harta yang sangat berharga bagi
saya," kata Hui-jin, mahasiswa pascasarjana Heo, di pasar Ggool.
Baca Juga:
Listrik Padam Jelang Acara Puncak Perayaan Hari Jadi ke-348, Kota Gunungsitoli Gelap
"Bahkan saat makan pun saya
membahas tentang tinja, memikirkan tentang buku-buku apa saja yang ingin saya
beli," imbuhnya. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.