WAHANANEWS.CO, Jakarta - Segelas minuman dingin terasa lebih menyegarkan dengan tambahan es batu, namun tidak semua es batu aman dikonsumsi karena sebagian dapat dibuat dari air mentah yang berpotensi membawa bakteri berbahaya bagi tubuh.
Es batu yang dibuat dari air mentah berisiko mengandung bakteri seperti E. coli yang dapat memicu diare hingga infeksi pada sistem pencernaan jika ikut tertelan bersama minuman.
Baca Juga:
Tren Kanker Ginjal Makin Banyak Ditemukan di Usia 20-30, Dokter Ingatkan Pemicunya
Masalah ini sering luput dari perhatian karena secara kasat mata sebagian orang menganggap semua es batu terlihat sama padahal kualitas dan tingkat keamanannya bisa berbeda.
Dalam praktiknya, beberapa pedagang minuman menggunakan air mentah untuk membuat es batu karena alasan biaya produksi yang lebih murah.
Padahal air yang tidak dimasak berpotensi membawa bakteri dan mikroorganisme berbahaya yang dapat masuk ke sistem pencernaan manusia ketika dikonsumsi.
Baca Juga:
Menkes Soroti Dampak Bullying dan Tekanan Akademik terhadap Kesehatan Jiwa Anak
Masyarakat sebenarnya dapat mengenali perbedaan es batu dari air matang dan air mentah hanya dengan melihat tampilannya secara sekilas.
Berikut cara mudah membedakan es batu dari air matang dan air mentah.
Warna dan tingkat kejernihan
Es batu dari air matang biasanya berwarna bening seperti kristal sehingga benda di baliknya dapat terlihat dengan jelas karena gas dalam air sudah menguap saat proses perebusan.
Sementara itu, es batu dari air mentah umumnya tampak putih keruh atau buram bahkan terkadang menyerupai susu yang membeku karena gas serta kotoran masih terperangkap saat proses pembekuan berlangsung.
Tekstur dan transparansi
Es batu yang dibuat dari air matang cenderung memiliki permukaan lebih halus dan transparan sehingga mudah ditembus cahaya.
Sebaliknya, es batu dari air mentah terlihat lebih kusam, tidak tembus pandang, serta memiliki tekstur yang cenderung kasar.
Peruntukan penggunaan
Es batu dari air mentah umumnya tidak digunakan untuk minuman melainkan untuk mengawetkan bahan makanan seperti ikan dan daging.
Karena itu, konsumen perlu waspada apabila menemukan es batu berwarna keruh di dalam minuman yang dibeli di luar.
Untuk mengurangi risiko kesehatan, cara paling aman adalah membuat es batu sendiri di rumah menggunakan air matang yang telah direbus.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan memperhatikan tampilan es batu saat membeli minuman dan memilih minuman tanpa es jika ragu terhadap kebersihannya.
Es batu yang terlihat bening biasanya lebih aman dikonsumsi dibandingkan es batu yang tampak keruh.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]