"Butuh berapa Sampean, Pak?" tanya Bu
Nuriyah.
"Dua ratus ribu."
Baca Juga:
Bamsoet Harapkan Ada Penghargaan usai Pencabutan TAP MPR Terkait Gus Dur
"Oh iya. Ini," jawab Bu Nuriyah.
Suatu ketika, gerobak ketopraknya
digaruk Satpol PP Pemerintah DKI Jakarta. Dia hanya pasrah ketika gerobaknya
digotong orang-orang berseragam itu.
Namun, tanpa diketahuinya, dari
belakang terdengar suara orang marah-marah menghardik orang-orang berseragam
itu.
Baca Juga:
MPR RI Bakal Kaji Ulang Pasal TAP MPR Terkait Soeharto dan Gus Dur
"Jalanan ini memang milik DKI, tapi
ini halaman kami. Pedagang di sini adalah urusan rumah tangga kami. Dia yang
ngasih makan kami," kata orang itu.
Ternyata suara itu keluar dari mulut
Gus Dur. Dia ngotot mempertahankan gerobak itu dan memarahi mereka.
"Bilang sama atasan kamu! Jangan
sekali-kali lagi ke sini," kata Gus Dur.