Reaksi warganet pun bermunculan, sebagian besar menyoroti rekam jejak 26 kemenangan yang diklaim terjadi sebelum penangkapannya.
Seorang pengguna bernama Nungua Burnaboy mempertanyakan logika penangkapan tersebut karena laporan menyebut ia memenangkan seluruh perkara yang ditanganinya.
Baca Juga:
Bahlil Lahadalia: Pengalihan Impor Minyak ke AS Sudah Mulai Bertahap
“Para pengacara yang kuliah di sekolah hukum harus dihukum karena membiarkan seseorang yang tidak kuliah di sekolah hukum memenangkan kasus melawan mereka,” tulisnya.
Pengguna lain yang diidentifikasi sebagai Mfecane menyatakan Mwenda justru layak memperoleh gelar kehormatan di bidang hukum.
Komentar lanjutan dari akun TheTraderInYou menyebut mereka meyakini Mwenda akan mampu membela dirinya sendiri untuk keluar dari kasus hukum yang menjeratnya.
Baca Juga:
OJK Segarkan Struktur Pimpinan, Friderica Lantik Sejumlah Kepala Departemen dan OJK Daerah
“Ada banyak orang cerdas yang dapat berprestasi di bidang tertentu tanpa kesulitan dan orang yang digambarkan dalam laporan tersebut adalah contoh seseorang yang belum memperoleh sertifikat,” tulis pengguna bernama @_KAKUS.
Akun lain, The Virginia Project, menyatakan Mwenda mungkin tidak memiliki kredensial resmi, tetapi dengan rekor 26-0 di ruang sidang, ia tidak layak disebut penipu.
Foto yang beredar bersama laporan itu memperlihatkan sosok yang diidentifikasi sebagai Mwenda, sementara laporan tersebut kembali menegaskan ia telah secara palsu mengklaim diri sebagai Pengacara Pengadilan Tinggi.