Menurut Athung, dengan harga TBS
kelapa sawit yang tinggi saat ini bila seorang petani memiliki kebun 2 hingga 3
hektare saja sudah cukup untuk membiayai hidup sehari-hari.
"Kalau punya lahan kosong
daripada dibiarkan lebih baik ditanami kelapa sawit, sebab kelapa sawit ini
tidak cerewet ditanam di lahan kurang subur saja tetap bisa hidup dengan baik,
perawatannya mudah dan untuk pemupukan dua kali saja dalam setahun," jelas
Athung.
Baca Juga:
Indonesia Ajukan Penangguhan Konsesi kepada Uni Eropa di WTO terkait Sengketa Sawit
Diungkapkannya, selain menanam kelapa
sawit juga menanam pohon buah-buahan seperti alpukat 300 batang, duku 200
batang, dan durian Cumasi 50 batang, lada dan lainnya.
"Untuk lahan yang masih subur
saya tanam lada dan ditumpang sari dengan pohon buah-buahan,
sedangkan untuk kelapa sawit saya tanam di lahan yang kurang subur sebab kelapa
sawit ini tidak cerewet," tukas Athung.
Baca Juga:
AS Lepas Tarif Sawit, Indonesia Panen Peluang dan Tekan Dominasi Eropa
Harga TBS Kelapa Sawit Tembus Rp 2.510 per Kg
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa
sawit di tingkat pabrik CPO Pulau Bangka saat ini kembali naik.
Harga di tingkat pembelian pabrik Crude Palm Oil (CPO) PT Gemilang Cahaya
Mentari (GCM) di Desa Tiang Tara, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, mencapai rekor tertinggi, yakni Rp
2.510 per kg TBS, Jumat (6/8/2021).