"Sebelumnya kelapa sawit di
tingkat petani dibeli pedagang pengepul Rp 2.100 per kg dan hari ini naik lagi
menjadi Rp 2.200 per kg. Alhamdulillah kebun saya masih adalah sisa""sisa
panen raya lalu, saat ini kebun sedang ngetrek mau musim panas," ujar Zul.
Sementara itu Pendapatan Asli Desa
(PADes) Kimak, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, dari sektor kebun kelapa sawit kas
desa hingga Juli 2021 sudah mencapai Rp 380 jutaan.
Baca Juga:
Indonesia Ajukan Penangguhan Konsesi kepada Uni Eropa di WTO terkait Sengketa Sawit
Sementara target PADes Kimak yang
ditetapkan untuk tahun 2021 dari kebun kelapa sawit kas desa sebesar Rp 400 juta.
"Alhamdulillah kita bersyukur
harga TBS kelapa sawit terus naik di masa pandemi Covid""19 ini, mudah""mudahan
target PADes dari kelapa sawit ini bisa surplus hingga akhir tahun nanti, saat
ini kita sudah mendapatkan Rp 380 jutaan, sedangkan target Rp 400 juta,
semoga bisa surplus hingga akhir tahun nanti," kata Mustopa, Kades Kimak, Kecamatan Merawang.
Diungkapkannya, untuk
harga pembelian TBS kelapa sawit di tingkat pedagang pengepul di Desa Kimak
pada Jumat (6/8/2021) sebesar Rp 2.200 per
kg TBS.
Baca Juga:
AS Lepas Tarif Sawit, Indonesia Panen Peluang dan Tekan Dominasi Eropa
"Kalau masyarakat petani kelapa
sawit Desa Kimak melalui pedagang pengepul disini kebanyakan menjual TBS kelapa
sawit ke pabrik CPO di Dusun Cungfo, Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, karena potongan TBS kelapa sawit sedikit dan
dirasakan lebih bersahabat bagi petani," kata Mustopa.
Diungkapkannya, bagi masyarakat Desa
Kimak setiap hasil panen kelapa sawit disisihkan Rp 25 per kg
TBS untuk disumbangkan bagi pembangunan masjid di Desa Kimak.
"Alhamdulillah saat ini kondisi
pembangunan masjid masih terus berjalan dengan aman dan lancar," ujarnya. [qnt]