Namun, pada kasus yang parah, anemia saat hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Kedua kondisi ini sangat erat kaitannya dengan stunting.
Nah, berikut adalah langkah-langkah pencegahan stunting yang dapat dilakukan Anda sebelum menikah.
Baca Juga:
Wapres Gibran Rangkul Perempuan Muda KOPRI, Bahas Program MBG dan Pencegahan Stunting
1. Menikah di usia ideal
Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah menikah pada usia ideal. Adapun usia ideal menikah menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.
Menikah di usia dini dapat meningkatkan risiko kelahiran bayi stunting karena gizi perempuan di bawah usia tersebut biasanya masih belum siap untuk hamil.
Baca Juga:
PLN Bangun 2 SPPG Bersama TNI AU Lewat Dana CSR, ALPERKLINAS: BUMN dan Swasta Bisa Meniru
2. Periksa status gizi
Sebagai calon ibu, Genbest wajib memerhatikan status gizi sebelum menikah. Sebab, status gizi akan memengaruhi pertumbuhan janin saat memasuki masa kehamilan nanti.
Adapun status gizi yang kurang sebelum menikah dikhawatirkan dapat menyebabkan bayi lahir dengan BBLR. Dengan demikian, meningkatkan risiko stunting.