"Bagi individu yang menemukan bahwa kembang api berdampak pada tidur, kualitas tidur yang lebih buruk dapat berdampak pada banyak aspek kesehatan, seperti rasa lelah, ketegangan tubuh, dan sakit kepala," tambah Stern.
Penelitian tahun 2017 membuktikan, kurang tidur dapat meningkatkan risiko gangguan inflamasi, masalah pencernaan, dan penyakit umum lainnya.
Baca Juga:
Jakarta Sambut Tahun Baru 2026 Tanpa Kembang Api, Ini Alasan Gubernur Pramono
Rentetan kembang api, seperti pada perayaan tahun baru, memberikan pengaruh paling buruk orang dengan gangguan kesehatan mental.
Contohnya, orang yang memiliki trauma masa lalu berhubungan dengan suara seperti PTSD kompleks dan autisme.
Hal serup ajuga dialami oleh orang dengan bentuk lain dari kepekaan terhadap kebisingan atau rentan terhadap kelebihan sensorik. Seluruhnya mengalami dampak buruk yang lebih signifikan dari pesta kembang api di tahun baru.
Baca Juga:
Demo Tolak UU TNI di Malang, Sejumlah Massa Aksi Terluka LBH Bantu Evakuasi
"Suara ini dapat mengingatkan akan ancaman dan dapat secara instan mengaktifkan pendeteksi ancaman otak," kata Stern. [bay]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.