Menurut daftar majalah Forbes 2011, rata-rata delapan dari sepuluh orang terkaya Malaysia adalah etnis China.
Kesenjangan kekayaan ini sempat memicu kebencian mendalam di kalangan mayoritas Melayu, hingga akhir terjadi kerusuhan ras mematikan pada 1969.
Baca Juga:
Wilayah Malaysia Kini Resmi Milik RI, Tambah 127,3 Ha
Selang dua tahun kemudian, Pemerintah Malaysia menerapkan rencana aksi afirmatif bernama Kebijakan Ekonomi Baru, yang memberi kelompok pribumi hak istimewa atas orang China dan India.
Contohnya, harga rumah yang lebih murah, prioritas dalam beasiswa universitas, dan kuota sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Kebijakan itu berlaku sampai 1990.
Baca Juga:
Di Malaysia Banyak Anak Muda Jantungnya Mulai Rusak, Ini Awalnya
Kenapa Orang China-Malaysia Memakai Nama Asli?
Meskipun bahasa Melayu adalah bahasa nasional dan resmi di Malaysia, penduduk "Negeri Jiran" juga menggunakan bahasa China, Tamil, dan Inggris secara luas.