WAHANANEWS.CO, Jakarta - Cinta terlarang bukan sekadar urusan hati, melainkan pernah mengguncang takhta kerajaan, memicu perang berdarah, menjatuhkan presiden, hingga mengubah peta dunia.
Sejarah mencatat, di balik kemegahan istana dan gemerlap panggung kekuasaan, ada kisah perselingkuhan yang dampaknya melampaui ranah pribadi dan menjelma menjadi peristiwa besar yang membentuk arah zaman.
Baca Juga:
Qatar-Gate Bikin Heboh, Pengusaha Israel Rekam Transfer Dana untuk Netanyahu
Paris dan Helen dari Troya menjadi salah satu kisah paling legendaris ketika kecantikan Helen memikat Paris hingga membawanya pergi, memunculkan perdebatan apakah itu penculikan atau pelarian cinta yang disepakati.
Karena Helen telah terikat pernikahan dengan pria lain, hubungan mereka menyulut konflik panjang antara bangsa Achaeans atau Yunani kuno dan penduduk Troya yang berakhir dengan pertumpahan darah besar-besaran.
Skandal berikutnya datang dari Inggris saat Raja Henry VIII terpikat pada Anne Boleyn meski masih menikah dengan ratu pertamanya.
Baca Juga:
Catatan Sejarah Dunia! 6 Bos Mafia Ini Terkenal karena Kejam dan Pengaruhnya yang Mendalam
Penolakan Paus untuk mengabulkan perceraian membuat Henry mengambil langkah drastis memisahkan Gereja Inggris dari otoritas Katolik Roma, keputusan monumental yang melahirkan Gereja Anglikan dan mengubah lanskap keagamaan Eropa.
Di Rusia, hubungan Catherine the Great dengan Grigory Potemkin tak hanya menjadi kisah asmara, tetapi juga intrik politik yang memperluas wilayah kekaisaran.
Ekspansi ke Krimea, Belarus, hingga Lituania dan perjanjian-perjanjian strategis ke Eropa Tengah disebut sebagai buah dari aliansi personal dan politik mereka yang berdampak jangka panjang bagi Rusia.
Pada abad ke-19, kehidupan pribadi Charles Dickens berubah saat ia menjalin hubungan tersembunyi selama 13 tahun dengan aktris muda Ellen Ternan meski telah beristri dan memiliki sembilan anak.
Disebut-sebut, inspirasi untuk karakter Estella yang misterius dalam novel Great Expectations lahir dari sosok Nelly yang memikat hati sang sastrawan.
Kisah lain yang tak kalah dramatis adalah hubungan Mary Shelley dengan Percy Bysshe Shelley yang kala itu masih beristri ketika mereka saling jatuh cinta.
Kehamilan Mary dan keputusan Percy meninggalkan istrinya berujung tragedi, namun dari perjalanan mereka ke Swiss bersama Lord Byron lahir novel Frankenstein yang menjelma menjadi ikon horor lintas abad.
Skandal kerajaan Inggris kembali mencuat saat Edward VIII memilih turun takhta demi menikahi Wallis Simpson yang tengah mengurus perceraian dari suami keduanya.
Keputusan itu mengakhiri masa pemerintahan Edward yang hanya 326 hari dan memaksa adiknya naik takhta, membuka jalan bagi era baru monarki Inggris.
Di Amerika Serikat, hubungan John F. Kennedy dengan Judith Exner memicu spekulasi karena Exner juga dikaitkan dengan tokoh mafia Sam Giancana.
Meski teori konspirasi terus berkembang, keterlibatan Kennedy dalam hubungan rumit tersebut tetap menjadi salah satu bab paling kontroversial dalam sejarah politik modern.
Industri hiburan pun tak luput ketika Elizabeth Taylor dan Richard Burton terlibat asmara saat proses produksi film Cleopatra.
Biaya produksi membengkak hingga setara hampir 350 juta dolar AS saat ini dan nyaris mengguncang studio 20th Century Fox, sementara romansa mereka menjadi santapan abadi media tabloid dunia.
Gelombang kontroversi juga menyertai keputusan John Lennon meninggalkan istrinya Cynthia dan putranya Julian demi bersama Yoko Ono.
Banyak penggemar menuding Ono sebagai pemicu bubarnya The Beatles meski sebagian kalangan menilai perpecahan band legendaris itu memang sudah tak terhindarkan.
Dunia politik Amerika kembali diguncang ketika Senator Colorado Gary Hart tersandung foto bersama Donna Rice yang duduk di pangkuannya.
Skandal tersebut mengakhiri peluang Hart dalam pencalonan presiden 1988 dan mengubah peta pertarungan politik Partai Demokrat saat itu.
Nama Bill Clinton pun tak lepas dari sorotan ketika hubungannya dengan pegawai magang Gedung Putih Monica Lewinsky terkuak ke publik.
Skandal yang mencuat pada 1998 itu hampir menjatuhkan Clinton dari kursi kepresidenan dan menjadi salah satu drama politik paling diingat dalam sejarah Amerika modern.
Skandal demi skandal tersebut menunjukkan, betapa urusan pribadi para tokoh besar kerap berkelindan dengan kepentingan publik dan meninggalkan jejak panjang dalam catatan sejarah dunia.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]