Perempuan yang pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Partnership for Govermance itu juga mengatakan, secara biologis daun bambu mampu melindungi tanaman yang tidak memerlukan sinar matahari.
Ke depannya, Monica percaya seluruh dunia akan kembali dan berkiblat pada alam.
Baca Juga:
Viral di Medsos, Dosen UIM Ludahi Kasir Bakal Disidang Komdis
Hal ini terlihat setelah pandemi reda di mana banyak orang berbondong-bondong mencari destinasi alam yang sejuk dan menyenangkan.
"Coba lihat deh, semua orang mau berlibur dan jalan-jalan ke hutan, mau naik gunung gak ada yang mau ke mal," tuturnya.
Namun, Monica menyayangkan saat ini banyak pohon bambu yang ditinggalkan atau tidak dibudidayakan masyarakat Indonesia.
Baca Juga:
Ramai di Medsos, Status Ayu Aulia di GBN-MI Dijelaskan
Padahal pohon tersebut mulai diburu dan dibudidayakan di negara maju, karena kerap digunakan sebagai bahan baku utama arsitektur dan bangunan berkelanjutan yang kian menjadi tren.
"Pohon mampu juga kalau ditanam itu, mampu menjaga kebersihan dan menjaga jumlah air di aliran sungai, khususnya aliran sungai di pulau Jawa yang kritis dan sudah krisis air bersih," pungkas Monica.
Ini juga jadi alasan Monica bergabung dalam program Cut the Tosh berama Multi Bintang Indonesia, sebuah program yang tidak hanya membahas masalah lingkungan tapi juga melakukan praktik langsung di lapangan.