Pembuatan helikopter itu sendiri
memakan waktu kurang lebih sekitar tiga bulan lamanya.
Tidak ada menggunakan barang baru,
semuanya menggunakan bahan bekas, seperti kepala helikopter terbuat dari bekas
kepala mobil, dan besi untuk badan helikopter juga
berasal dari sisa-sisa besi tua, sementara tenaga untuk memutar baling balingnya
menggunakan dua unit mesin kendaraan bermotor.
Baca Juga:
Rakyat Kecil di Penjara Karena Kuasai Tanahnya Sendiri, Sedangkan PTPN IV Kuasai Aset Pemprov Jambi tanpa Sepeser Sumbangsih ke Daerah
Usman kembali menceritakan, pembuatan
helikopter tersebut tidak ada yang mengajarinya, atau belajar dengan siapa pun, melainkan secara otodidak saja.
Dia menjelaskan, bahan pembuatan
helikopter tersebut didapat dari mengumpulkan besi tua, diutamakan besi yang
tidak memiliki berat berlebih, dan sampai saat ini dirinya tidak
tahu lagi sudah berapa biaya persisnya.
"Saya kumpul-kumpul duit hasil penjualan depot air untuk membeli bahannya,"
kata dia.
Baca Juga:
Tujuh Bulan Kasus Pembunuhan Pasutri di Bungku, HBB Tagih Janji Polda Jambi Ada Perkembangan Kasus Dalam 2 Minggu
Kalau ditotal, mungkin sekitar Rp 35 juta hingga Rp 40 jutaan
sudah habis untuk biaya pembuatan
helikopter itu, dan sudah ada juga yang menawar untuk
membelinya atau memesan dibuatkan.
Dalam pembuatan helikopter tersebut,
Usman Jalil juga sempat dimarahi oleh anak dan menantunya.
Karena, mereka
menilai membuat helikopter tersebut membuang uang saja.