Perbedaan jumlah rakaat dalam salat tarawih bukanlah sesuatu yang perlu diperdebatkan secara berlebihan. Kedua praktik tersebut memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan dan sama-sama bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Yang lebih penting adalah konsistensi dalam menjalankan ibadah ini hingga akhir Ramadan, karena sering kali antusiasme umat berkurang menjelang minggu-minggu terakhir bulan suci.
Baca Juga:
Sejukkan Ramadan, Satresnarkoba Polres Labusel Bagikan Takjil Sambil Tebar Pesan Anti-Narkoba
Selain jumlah rakaat, niat salat tarawih juga menjadi bagian penting dalam menjalankan ibadah ini.
Niat tersebut menunjukkan kesungguhan hati dalam beribadah dan memastikan bahwa setiap rakaat yang dilakukan memiliki nilai spiritual yang tinggi.
Dengan memahami esensi salat tarawih, diharapkan umat Islam dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas ibadahnya daripada terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif.
Baca Juga:
Sapa Pengguna Jalan, Polres Labusel Bagikan Seratus Paket Takjil di Jalinsum Kota Pinang
1. Bacaan niat sebagai imam salat tarawih.
Apabila bertindak sebagai imam atau pemimpin salat tarawih, maka bacaan niatnya adalah sebagai berikut:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى