Dari tahun 1968 hingga 1985, sedikitnya 16 orang menjadi korban.
Media Italia pun menamai pelaku “Il Mostro di Firenze” Sang Monster dari Florence simbol dari kengerian dan misteri yang tak pernah sepenuhnya terpecahkan.
Baca Juga:
Netflix Rilis Daftar Lengkap Film dan Serial Lokal yang Tayang Tahun 2026
Miniseri berdurasi empat episode ini menghadirkan pendekatan unik: setiap episode disajikan melalui sudut pandang tersangka yang berbeda.
Pendekatan multi-perspektif ini menambah kompleksitas alur, memperlihatkan bagaimana kebenaran bisa terdistorsi oleh asumsi, ambisi, dan ketakutan.
Ceritanya dibuka dengan penemuan sepasang remaja yang ditemukan tewas di dalam mobil di daerah terpencil.
Baca Juga:
Pandji Pragiwaksono Anggap Kontroversi Mens Rea Sebagai Konsekuensi Berkarya
Jaksa Silvia tiba di lokasi kejadian saat polisi belum menemukan petunjuk apa pun.
Dalam upaya mengguncang sang pelaku, ia berbohong kepada media, dengan menyebutkan bahwa salah satu korban sempat memberikan ciri-ciri pembunuh sebelum meninggal.
Langkah berisiko itu dimaksudkan untuk memancing pelaku agar melakukan kesalahan.