WahanaNews.co, Jakarta - Perusahaan es krim Aice Group kembali menghadirkan program berbagi Ramadan bertajuk “Maniskan Momen Ramadhan” pada tahun ini. Program yang telah berjalan selama satu dekade tersebut kembali diwujudkan melalui pembagian takjil es krim kepada jutaan jemaat masjid di berbagai wilayah Indonesia.
Kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini melibatkan ratusan ribu reseller Aice yang tersebar di berbagai daerah. Melalui inisiatif tersebut, perusahaan ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menghadirkan suasana berbuka puasa yang lebih ceria.
Baca Juga:
Pemprov DKI dan BPOM Sidak Pangan di Lottemart Ciracas Jelang Idulfitri
Ramadan tidak hanya menjadi momen spiritual bagi umat Muslim, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antarwarga. Kehadiran takjil yang menyegarkan di tengah kebersamaan menunggu azan magrib diharapkan dapat memberikan pengalaman berbuka yang berbeda, terutama bagi keluarga dan anak-anak yang kerap memadati area masjid menjelang waktu berbuka.
Senior Brand Manager Aice Group, Sylvana Zhong, mengatakan bahwa Ramadan menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk menjalin kedekatan dengan masyarakat.
“Bagi kami, momen berbuka puasa adalah waktu yang penuh kebersamaan. Melalui ‘Maniskan Momen Ramadhan’, Aice ingin menghadirkan sentuhan sederhana yang dapat menambah keceriaan dan kehangatan saat berbuka, sekaligus mempererat silaturahmi di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Baca Juga:
Lindungi Konsumen, BPOM Panggil Produsen Kopi Berisiko Gangguan Ginjal
Dalam pelaksanaannya, program ini juga melibatkan ratusan distributor Aice di berbagai provinsi serta para pemilik warung Aice di daerah. Melalui pendekatan ini, para mitra yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan masyarakat dapat turut berperan aktif menyalurkan takjil kepada komunitas di lingkungan sekitarnya.
Para distributor dan pemilik warung juga berkolaborasi dengan tokoh masyarakat setempat, seperti pengurus masjid hingga kepala desa, agar kegiatan berbagi dapat berjalan lebih dekat dengan kebutuhan warga.
Pendekatan berbasis komunitas ini memungkinkan distribusi takjil dilakukan di berbagai titik, mulai dari kawasan padat penduduk di perkotaan hingga permukiman yang aktivitas berbuka puasanya terpusat di masjid lingkungan.