WahanaNews.co | Negara tetangga Indonesia, Timor Leste, pernah menjadi saksi pertempuran sengit Perang Dunia II.
Kala itu, Timor Leste masih menjadi bagian dari Indonesia dan masih bernama Provinsi Timor Timur.
Baca Juga:
Bertemu Mendagin Timor-Leste, Mendag Bahas Peningkatan Kerja Sama Teknis Bidang Perdagangan
Peristiwa pertempuran sengit terjadi empat hari setelah serangan Pearl Harbour, 7 Desember 1941.
Kala itu, sekutu memerintahkan Australia yang berada di wilayah Timor Timur untuk mempertahankan lapangan udara dan melibatkan penggelaran "Lark Force" di Rabaul dan "Gull Force" di Ambon.
Meskipun setuju untuk menempatkan Timor dengan pasukan, komandan Sekutu tidak membayangkan serangan Jepang dengan skala besar di pulau itu.
Baca Juga:
Ini Peran PKN STAN dan Indonesian AID dalam Reformasi Sektor Keuangan Republik Demokratik Timor-Leste
Mereka juga tidak mendapat persetujuan dari Portugis untuk menduduki bagian timur pulau itu.
Pemerintah kolonial mengambil "pandangan yang sangat optimis" bahwa pasukan Jepang akan menghormati kenetralan Portugis.
(Koepang) Kupang, pusat kekuasaan Belanda, menjadi fokus serangan Jepang.