Longsoran susulan terjadi dan ratusan pekerja di kedalaman 182 meter terkubur hidup-hidup.
Upaya evakuasi segera dilakukan. Catatan resmi menyebut 437 pekerja terperangkap di bawah tanah.
Baca Juga:
Ayah Pidato Di Bloomberg, Anak Hadiri Forum G20
Tim penyelamat mencoba mengebor dari atas dengan harapan ada ruang bernapas tersisa, tetapi hasilnya nihil.
Menurut laporan Mining Journal, para pekerja itu bukan sekadar terjebak, melainkan benar-benar tertimbun reruntuhan.
Gas metana dan karbon dioksida yang memenuhi lorong membuat jasad mereka mustahil diangkat.
Baca Juga:
Bukan Singa atau Buaya, Ini Predator yang Paling Ditakuti Hewan Sabana Afrika
Belakangan terungkap, tambang Coalbrook seharusnya ditutup jauh sebelum tragedi karena struktur bawah tanahnya rapuh.
Akan tetapi, perusahaan tetap memaksa beroperasi lantaran harga batu bara melonjak.
Keputusan serakah itu mengorbankan ratusan nyawa buruh yang dipaksa mempertaruhkan hidupnya.