WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sebuah teguran sederhana di jalan berubah menjadi teror kekerasan ketika seorang pemotor di Palmerah, Jakarta Barat, dipukul dan diancam dibunuh oleh pasangan suami istri yang tidak terima ditegur saat merokok sambil membawa bayi.
Peristiwa arogan tersebut terjadi di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat (16/1/2026) dan terekam kamera hingga memicu kemarahan publik setelah videonya beredar luas di media sosial.
Baca Juga:
Diduga Ditikam, Perempuan Ditemukan Tewas di Area Gereja Sorong
Aksi itu menjadi sorotan karena pasangan suami istri tersebut terlihat mengendarai sepeda motor sambil merokok, tanpa helm, tanpa pelat nomor, dan membawa seorang bayi dalam gendongan.
Video kejadian tersebut diunggah akun Instagram @wargajakarta.id dan langsung menuai kecaman warganet karena dinilai membahayakan keselamatan anak dan pengguna jalan lain.
Insiden bermula saat korban melintas di Jalan Palmerah Barat dari arah Kebon Jeruk menuju Slipi dan melihat pasutri berkendara dengan kondisi yang berisiko tinggi.
Baca Juga:
Kasus Mobil Boks Berdarah di Depok, Oknum TNI AL Ikut Diamankan
Sang suami tampak merokok saat mengemudi, sementara sang istri yang dibonceng juga merokok sambil menggendong bayi.
Melihat hal itu, korban mencoba menegur pelaku dengan maksud mengingatkan demi keselamatan bersama.
“Di motor enggak boleh ngerokok bro, abunya kena orang,” kata korban kepada pelaku.
Teguran tersebut tidak digubris karena pelaku hanya menoleh sekilas dan tetap melanjutkan perjalanan.
“Ya emang kenapa?” jawab pelaku sambil terus memacu sepeda motornya.
Merasa tegurannya diabaikan, korban kemudian menyiramkan air dari botol ke arah tangan kiri istri pelaku yang sedang memegang rokok saat berada di depan Pasar Palmerah.
Tindakan itu memicu kemarahan pelaku yang langsung memotong laju motor korban dan turun dari kendaraannya.
Tanpa peringatan, pelaku melayangkan pukulan ke arah kepala korban sambil mengeluarkan ancaman pembunuhan di tengah jalan.
“Gua anak sini, lo gua matiin ya di sini,” teriak pelaku dengan nada tinggi.
Sang istri sempat mencoba menenangkan suaminya, namun di saat bersamaan justru menyalahkan korban atas tindakan penyiraman air tersebut.
“Abang juga sih, ngapain pakai begitu-begitu,” ucap sang istri.
Situasi semakin memanas ketika pelaku terus memukuli korban dan mengintimidasi dengan menanyakan asal usulnya.
Dalam cekcok tersebut, pelaku bahkan mencatut nama anggota kepolisian seolah memiliki bekingan.
“Anak mana sih lu, lu polisi emang gua tanya, gua panggilin Pak Joko nih ya,” ucap pelaku.
Korban memilih tidak melawan dan menyatakan akan melakukan visum untuk melaporkan tindakan kekerasan tersebut ke pihak kepolisian.
Kapolsek Palmerah Kompol Gomos Simamora membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Jumat (16/1/2026), meski videonya baru viral pada Senin (26/1/2026).
“Saya sudah cek, korban sudah membuat laporan polisi tanggal 16 Januari lalu, tapi videonya viralnya baru kemarin,” kata Gomos saat dikonfirmasi Selasa (27/1/2026).
Terkait pencatutan nama “Pak Joko”, Kompol Gomos mengakui bahwa memang terdapat anggota Polsek Palmerah bernama Joko.
“Nanti kami akan segera tanyakan kepada Pak Joko apakah yang bersangkutan mengenal pelaku atau tidak,” ujar Gomos.
Saat ini, kepolisian masih mendalami kasus tersebut dan memproses laporan korban untuk menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]