"Pemotretan berlangsung selama sekitar 10 menit, menggunakan gulal dan segera dicuci, itu adalah pewarna yang sama yang digunakan untuk festival Holi," kata dia.
Namun demikian, sejumlah sumber ilmiah menyebutkan bahwa gulal modern tidak selalu aman, karena banyak produk yang mengandung bahan kimia pabrik atau pigmen sintetis meski diklaim organik, serta minim pengawasan dan informasi komposisi.
Baca Juga:
Viral! Induk Gajah Dibius Setelah Berjam-jam Menangisi Anak yang Tewas Ditabrak Truk
Dalam sesi pemotretan itu, model bernama Yashavi terlihat menunggangi Chanchal, menambah dimensi artistik sekaligus kontroversial terhadap penggunaan satwa dalam industri fotografi.
Dokter Arvind Mathur dari tim autopsi menegaskan bahwa kematian Chanchal sepenuhnya disebabkan oleh faktor alami.
"Kematiannya sepenuhnya alami dan tidak terkait dengan insiden lukisan gulal," kata Arvind Mathur.
Baca Juga:
Unsur Kelalaian Kasus Gajah Seruduk Pawang di Bali Safari Diusut Polisi
Sementara itu, Wakil Konservator Hutan (Satwa Liar) India, Vijay Pal Singh, menyatakan tidak ada penyelidikan lanjutan terkait kasus ini.
Di sisi lain, kelompok aktivis hak hewan tetap menilai peristiwa ini sebagai cerminan buruk kondisi gajah dalam penangkaran.
"Kematian gajah Chanchal yang dilaporkan setelah dia dicat merah muda untuk pemotretan menandakan keadaan darurat bagi gajah penangkaran di India yang menderita secara fisik dan mental," kata Wakil Presiden Kebijakan PETA India, Khushboo Gupta.