Menurut Arifin, berbagai kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, kebutuhan bayi, selimut, matras, dan perlengkapan pokok lainnya telah disalurkan kepada warga terdampak.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
"Kita harus menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat bersama untuk lebih waspada. Pencegahan adalah langkah terbaik agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," ujar Arifin.
Baca Juga:
Drone Iran Serang PLTN UEA, Bikin Kebakaran Hebat
Kebakaran yang terjadi di kawasan Jiung, Kemayoran, pada Senin malam (1/6/2026), tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga menyebabkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 345 kepala keluarga (KK) atau 679 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut. Jumlah itu terdiri atas 326 laki-laki dan 353 perempuan.
Dari total korban terdampak, terdapat 35 lanjut usia (lansia), 90 balita, 53 anak usia sekolah dasar, 60 anak usia sekolah menengah pertama, 22 remaja usia sekolah menengah kejuruan, serta 414 warga dewasa, termasuk ibu hamil yang memerlukan perhatian khusus.
Besarnya jumlah warga terdampak mendorong pemerintah bergerak cepat dengan mendirikan posko pengungsian yang dilengkapi layanan kesehatan, dapur umum, distribusi logistik, hingga pendampingan psikososial.
Baca Juga:
Satu Rumah Terbakar di Parbuluan IV Dairi
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap para korban kebakaran tetap mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang layak selama berada di pengungsian, sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.
Narasi ini sudah disesuaikan dengan gaya penulisan Kompas.com: faktual, berimbang, menggunakan format lokasi di awal berita, serta menempatkan kutipan dan data secara proporsional.
[Redaktur: Jupriadi]