Kemudian, sebagian mahasiswa Papua
menyambangi Mapolresta Malang untuk mengawal salah satu rekan yang ditangkap.
Pada saat itu, terlihat kepolisian
tengah melaksanakan apel.
Baca Juga:
Seorang Aktivis Labuhanbatu Diduga Meninggal Dunia di KTV Jalan Baru : Tubuh Kaku
Sebagian mahasiswa Papua bertahan di
depan pagar Mapolresta Malang sembari menunggu rekannya dibebaskan.
Namun, Kombes Leonardus malah
melontarkan pernyataan bernada rasialisme disertai intimidasi dalam apel tersebut.
Kapolresta Malang menyatakan jika
mahasiswa Papua berani masuk ke halaman Mapolresta, pihaknya tidak segan-segan menembak.
Baca Juga:
5 Prodi Langka di Indonesia, Jurusan Ini Murah Tapi Prospeknya Global
"Teman-teman duduk berdiam diri
saja, sehingga Kapolres mulai mengeluarkan ucapan "darah mereka
halal ditembak saja", begitu kalau masuk dari pagar,"
tutur Ambrosius. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.