Pemulihan dilakukan melalui pembangunan tower darurat di sejumlah titik transmisi yang terdampak banjir dan longsor.
Langkah tersebut memungkinkan jalur Pangkalan Brandan–Langsa kembali difungsikan secara aman dan terkendali.
Baca Juga:
PLN Rawat PLTA Orya Genyem 20 MW, ALPERKLINAS: Keandalan Listrik Papua Harus Terus Dijaga
Setelah transmisi kembali tersambung, PLN memasuki tahapan pengoperasian ulang pembangkit listrik di Aceh, khususnya PLTU Nagan Raya.
“Setelah interkoneksi aman, kami masuk ke pengoperasian pembangkit agar pasokan yang dihasilkan benar-benar optimal dan dapat menopang sistem secara andal,” ujar Darmawan Prasodjo.
PLN menjelaskan proses pengoperasian pembangkit membutuhkan waktu sekitar 48 jam untuk pemanasan, sinkronisasi sistem, dan pengujian kinerja.
Baca Juga:
Demi Percepatan 100 Giga Watt PLTS dan Keamanan Konsumen Listrik, ALPERKLINAS Dorong Pemerintah Bangun Lampu Jalan Seluruh Daerah dengan Tenaga Surya
Tahapan tersebut menjadi prasyarat sebelum sistem kelistrikan dapat dibebani lebih lanjut agar tetap stabil dan tidak memicu gangguan lanjutan.
Setelah pasokan siap, listrik akan disalurkan secara bertahap ke jaringan distribusi melalui 20 gardu induk, 558 penyulang, dan 15.717 gardu distribusi di seluruh Aceh.
Untuk mendukung proses pemulihan, lebih dari 1.600 petugas PLN terus bersiaga di lapangan hingga sistem benar-benar pulih.