Neneng menjelaskan bahwa pada musim kemarau kondisi langit cenderung bersih sehingga sinar matahari dapat mencapai permukaan bumi secara langsung tanpa banyak terhalang awan.
Permukaan tanah kemudian menyerap energi matahari secara maksimal selama siang hari sebelum melepaskannya kembali saat malam tiba.
Baca Juga:
RI Bakal Diterjang Suhu Super Panas? Ini Prediksinya BMKG
“Tanpa penghalang tersebut, energi sinar matahari diserap secara maksimal oleh bumi,” kata Neneng.
Apabila langit masih tertutup awan pada malam hari, lapisan awan akan berfungsi seperti selimut yang menahan sebagian panas agar tidak langsung terlepas ke angkasa.
Sebaliknya, langit yang bersih membuat energi panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas sehingga suhu udara turun hingga dini hari.
Baca Juga:
Waspada Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Daerah yang Akan Alami Puncak Kekeringan
“Tapi karena tidak ada awan, dia langsung lepas ke angkasa dan bumi menjadi dingin,” ujar Neneng.
BMKG menyatakan suhu minimum 16,4 derajat Celsius yang tercatat di Kota Bandung masih berada dalam rentang normal untuk periode Juli.
Neneng menyebut batas suhu minimum terendah normal di Kota Bandung pada Juli berada di kisaran 15,4 derajat Celsius.