Namun, BMKG belum memiliki peralatan pengamatan suhu yang terpasang secara memadai di sejumlah titik pada kedua kawasan tersebut.
Potensi suhu ekstrem di wilayah dataran tinggi Bandung pernah terlihat melalui kemunculan fenomena embun beku yang dikenal masyarakat sebagai embun upas.
Baca Juga:
RI Bakal Diterjang Suhu Super Panas? Ini Prediksinya BMKG
Neneng mencontohkan fenomena embun beku yang pernah terjadi di kawasan Ciwidey ketika suhu turun mendekati titik yang memungkinkan air di permukaan membeku.
“Empat derajat itu sudah memungkinkan untuk terbentuknya embun es,” ujar Neneng.
Menurut Neneng, fenomena tersebut tetap berpotensi terulang di kawasan seperti Pangalengan dan Ciwidey apabila kondisi suhu, kelembapan, serta cuaca mendukung.
Baca Juga:
Waspada Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Daerah yang Akan Alami Puncak Kekeringan
“Potensinya bisa terjadi di tempat yang tinggi seperti Pangalengan dan Ciwidey, dan tidak menutup kemungkinan akan berulang, tergantung kondisi cuaca atau suhu saat itu,” kata Neneng.
Udara dingin yang dirasakan warga Bandung pada musim kemarau juga bukan fenomena baru dalam catatan klimatologi wilayah tersebut.
Pada era 1990-an, suhu udara di Bandung bahkan pernah tercatat berada di kisaran 11 hingga 12 derajat Celsius pada Juli.