Gangguan pada jalur transmisi tersebut kemudian memicu efek berantai terhadap sistem kelistrikan Sumatera hingga menyebabkan sejumlah pembangkit mengalami gangguan operasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pun meminta PLN memperkuat sistem backbone kelistrikan Sumatera melalui pembangunan pembangkit dan jaringan transmisi 500 kV maupun 275 kV di berbagai wilayah.
Baca Juga:
Call Center 110 Dioptimalkan, Polda Sumsel Pastikan Tak Ada Ruang untuk Begal dan Kriminal Jalanan
Selain penguatan transmisi, PLN juga diminta menyiapkan sistem pembangkit cadangan guna mempercepat proses pemulihan apabila gangguan serupa kembali terjadi di kemudian hari.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan listrik yang terjadi dan memastikan seluruh personel terus bekerja maksimal di lapangan.
PLN juga memastikan proses pemulihan terus berlangsung secara bertahap sejak gangguan terjadi hingga Sabtu (23/5/2026) malam.
Baca Juga:
Kecot Rampok Teman Kencan di Tangerang, Hasil Penjualan Mobil Dipakai Main Judol
Dari total sekitar 13,1 juta pelanggan yang terdampak blackout, lebih dari 8,5 juta pelanggan dilaporkan telah kembali menikmati aliran listrik hingga Sabtu (23/5/2026) pukul 19.00 WIB.
Sementara itu, beban sistem kelistrikan yang berhasil dipulihkan mencapai 3.431,21 MW dari total 5.334 MW yang sebelumnya terdampak akibat blackout tersebut.
Sebanyak 176 unit gardu induk yang sempat terdampak gangguan juga telah kembali beroperasi dalam proses normalisasi sistem kelistrikan Sumatera.