Menurut Pramono, infrastruktur pengendalian banjir di sepanjang Sungai Ciliwung sebenarnya telah memadai, termasuk keberadaan pintu-pintu air yang dinilai masih berfungsi optimal dalam mengatur arus air.
"Untuk Ciliwung, fasilitas aliran sungainya sudah sangat baik, termasuk pintu-pintunya. Hanya, permukaan air laut relatif masih tinggi," ucapnya.
Baca Juga:
187 Ton Sampah Pascabanjir Diangkut dari Kali Mookervaart Jakbar
Data hingga pukul 12.00 WIB mencatat sebanyak 53 RT masih terdampak banjir sementara tiga ruas jalan turut terendam air akibat peningkatan debit sungai.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi demi keselamatan, sementara BPBD DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
"Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," demikian keterangan BPBD DKI Jakarta.
Baca Juga:
Pramono Pastikan Warga Terdampak Banjir di Jakarta Gratis Berobat
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.