Polda Maluku mengirim satu peleton personel Brimob, ditambah satu kompi pada pagi hari ini untuk meredam situasi.
"Kami sudah tugaskan satu peleton Brimob ke sana kemarin sore untuk mengamankan, ditambah dengan personel dari Polsek Pulau Haruku dan Koramil. Tadi pagi sudah kami tambahkan lagi satu kompi Brimob Polda Maluku," terang Roem.
Baca Juga:
Bentrokan Antar Warga di Maluku Memanas, 300 Personel Gabungan Dikerahkan
Roem menyebut situasi di Desa Ori dan Desa Kariu saat ini sudah terkendali oleh aparat. Personel Brimob bersama TNI masih di lokasi.
"Dan saat ini sudah ada di TKP dan sudah mengendalikan TKP. Mereka bersiaga dan berjaga di sana," ucap Roem.
Roem mengimbau masyarakat tak menyebarkan video atau foto terkait konflik antardesa di Pulau Haruku tersebut.
Baca Juga:
Konflik Sengit di Flores Timur: Perang Panah dan Tombak Berujung Kematian di Adonara
Roem menjelaskan, jika konten-konten terkait bentrokan terus disebarluaskan, itu akan memancing situasi di Desa Ori dan Desa Kariu yang kini kondusif memanas lagi.
"Kami berharap masyarakat tidak menyebarluaskan video atau foto korban luka-luka karena bisa membuat situasi yang sudah kondusif sekarang, nantinya jadi panas lagi," tutur Roem.
Kapolda Maluku Irjen Lotharia Latif mengatakan warga Desa Kariu, Pulau Haruku, Maluku Tengah, Maluku, mengungsi ke pegunungan akibat bentrokan dengan Desa Ori.