Medan yang curam dan sulit membuat proses pencarian berlangsung dengan penuh tantangan.
Tim SAR dan warga bahkan harus menggunakan tali untuk turun ke sungai, yang memiliki arus deras dan dihuni oleh banyak ular.
Baca Juga:
Kasus Sertifikat Laut Bekasi, Kades Berperan Mencari Pembeli
“Kondisinya memang berat. Tadi sudah turun ke bawah, tapi belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Airnya deras, dan di bawah itu banyak ular,” kata Antonius.
Diketahui, Bahagia Tarigan mengalami perubahan drastis setelah istrinya meninggal beberapa bulan lalu akibat kanker otak.
Ia diduga mengalami depresi berat karena kehilangan sosok yang sangat berarti dalam hidupnya.
Baca Juga:
Minta THR Rp165 Juta ke Pengusaha, Gubernur Jabar Sentil Kades Klapanunggal
Sebelum peristiwa ini terjadi, seorang warga sempat melihat Bahagia Tarigan di area perladangan.
Keluarga yang mencarinya akhirnya berhasil menemukan dan membawanya pulang ke Desa Liang Pematang.
Namun, dalam perjalanan pulang, Bahagia Tarigan melambat dan akhirnya tertinggal.