Saat itu, para peserta acara itu pun mengonsumsi makanan yang disiapkan yayasan seperti shabu-shabu, es doger maupun pizza.
Penanggung jawab Yayasan Marsudirini Perwakilan Bogor, Helena menyebut tidak ada tanda-tanda siswa keracunan usai mengkonsumsi makanan dan selesai acara. Semua berjalan seperti biasa.
Baca Juga:
Puluhan Siswa SMKN 1 Lobalain Diduga Keracunan Usai Makan Kue dari Toko Kevin Bakery
“Jadi anak-anak mengonsumsi shabu-shabu dan kemudian malamnya itu dapat es doger yang kami pesan dan ada yang memberi pizza. Sampai Minggu itu tidak ada keluhan,” kata Helena kepada wartawan.
Selain itu, para siswa pun sempat memakan soto, ayam goreng dan hidangan lainnya.
Setelah menyantap makanan ini pada Minggu (19/2/2023) sekitar pukul 23.30 WIB, beberapa siswa mengeluhkan rasa mual.
Baca Juga:
28 Orang di Gowa Keracunan Makanan, Mayoritas Pegawai Pemerintahan
Kemudian, pihak yayasan memberikan susu. Namun, pada Senin (20/2/2023) pagi, semakin banyak yang mengeluhkan hal sama.
Helena mengungkapkan, dari 91 murid peserta kegiatan, 55 di antaranya mengeluhkan mual, pusing hingga muntah. Meski begitu, dia memastikan seluruhnya telah ditangani di rumah sakit. [sdy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.