WAHANANEWS.CO, Jakarta - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya melalui PLN UP3 Lenteng Agung menghadirkan edukasi keselamatan listrik bagi siswa sekolah dasar melalui program Employee Engagement “Gerakan Mengajar” yang merupakan bagian dari program PLN Peduli. Salah satu aktivitas dalam program ini diwujudkan lewat kegiatan bertajuk Little Spark Guardians: Misi Penyelamatan Rumah yang dilaksanakan di SDN Tegal Parang 03 Pagi, Jakarta Selatan.
Sebanyak 50 siswa kelas 4 dan 5 mengikuti kegiatan ini. Mereka dikenalkan pada cara menggunakan listrik dengan aman serta memahami risiko yang bisa terjadi di lingkungan rumah.
Baca Juga:
Jelang Idul Adha 1447 H, PLN UID Jakarta Raya Siagakan 2.148 Personel Jaga Keandalan Listrik di 486 Masjid
Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, siswa diajak mengenali berbagai potensi bahaya listrik, mulai dari penggunaan stop kontak berlebih, kabel rusak, hingga risiko korsleting. Mereka juga belajar mengenali tanda awal gangguan listrik seperti bau hangus, percikan api, dan peralatan yang tidak berfungsi normal.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PLN UID Jakarta Raya untuk menghadirkan edukasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui pendekatan yang mudah dipahami anak-anak.
Dalam kesempatan tersebut, General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin menyampaikan bahwa Gerakan Mengajar menjadi sarana untuk memperluas pemahaman keselamatan listrik di tengah masyarakat sejak usia dini.
Baca Juga:
PLN Sukses Jaga Keandalan Listrik Rapat Paripurna DPR RI di Senayan
“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar cara menggunakan listrik dengan aman dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, pemahaman ini bisa mereka terapkan di rumah dan membantu keluarga lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik,” ujar Andy Adcha.
Program ini juga melibatkan Yayasan Karya Salemba Empat serta mahasiswa penerima beasiswa Universitas Negeri Jakarta, sehingga proses belajar menjadi lebih interaktif dan dekat dengan keseharian siswa.
Manager PLN UP3 Lenteng Agung, Yuniar Budi Satrio, menyampaikan bahwa metode pembelajaran yang digunakan membuat materi lebih mudah diterima.