"Kami ingin media massa terus sehat dan profesional untuk masyarakat," ujar Adi dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional, Senin (9/2/2026).
Adi juga menjelaskan, hingga saat ini Diskominfo Jawa Barat belum menjalin kerja sama langsung dengan perusahaan teknologi informasi berbasis AI seperti Meta, Google, maupun TikTok.
Baca Juga:
Di Tengah Derasnya Arus Digital, Kemkomdigi Ingin Media Tetap Jadi Pilar Edukasi
Adapun penayangan iklan di media sosial tetap dilakukan melalui perusahaan media massa sebagai mitra, bukan secara langsung kepada platform teknologi tersebut.
Menurutnya, pilihan beriklan melalui media massa didasarkan pada sejumlah pertimbangan.
Selain memiliki standar akurasi yang jelas, media juga menyajikan informasi secara lebih mendalam, kontekstual, dan edukatif.
Baca Juga:
Kasus Iklan BJB Rugikan Negara Rp222 Miliar, KPK Panggil RK Usai Lebaran
Dengan demikian, pesan yang disampaikan kepada publik tidak hanya bersifat promosi, tetapi juga memberikan pemahaman yang utuh.
Langkah Diskominfo Jawa Barat ini sejalan dengan imbauan Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, yang mendorong pemerintah untuk turut campur tangan dalam menciptakan keadilan distribusi belanja iklan antara media massa dan media sosial.
Saat ini, persaingan antara perusahaan media massa dan perusahaan teknologi informasi semakin ketat.