WAHANANEWS.CO, Jakarta - Duka menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut Bus Halmahera di Tol Medan-Tebing Tinggi setelah tiga dari empat penumpang yang tewas akhirnya berhasil diidentifikasi dan dipulangkan ke rumah duka, Senin (11/5/2026).
Tiga korban yang telah dipulangkan masing-masing berasal dari Dolok Sanggul, Percut Sei Tuan, dan Tanjung Mulia setelah identitas lengkap mereka berhasil diketahui oleh pihak perusahaan dan keluarga.
Baca Juga:
Daftar Korban yang Meninggal Akibat Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang
“Ketiganya masing-masing dari Dolok Sanggul (Kabupaten Humbang Hasundutan), Percut Sei Tuan (Kabupaten Deli Serdang) dan Tanjung Mulia (Kota Medan),” kata Humas Bus Halmahera, Tinton Hutapea, saat ditemui di RSU Sari Mutiara, Lubuk Pakam.
Ketiga korban tersebut adalah Arfi Sianturi, kernet Bus Halmahera asal Dolok Sanggul, Risiani (75) warga Percut Sei Tuan, serta Muhammad Rizky (23) warga Tanjung Mulia, Medan.
Satu korban lainnya hingga Senin sore belum dapat dipulangkan karena identitasnya belum berhasil ditemukan.
Baca Juga:
Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang
Kesulitan identifikasi terjadi karena seluruh barang pribadi korban seperti tas, dompet, dan telepon seluler masih diamankan di Polres Serdang Bedagai.
“Saya juga tadi sudah meminta tolong kepada Polisi untuk membantu mencari identitasnya,” ujar Tinton.
Tinton mengaku sangat mengenal Arfi Sianturi karena ayah korban pernah bekerja sebagai sopir di perusahaan otobus tersebut.
“Saya bapaknya kerja sama kami, Arfi masih sekolah. Namun bapak itu meninggal dunia karena sakit, jadi Arfi lah yang melanjutkannya,” tutur Tinton.
Kecelakaan tragis itu terjadi pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 06.30 WIB di KM 63.200 B ruas Tol Medan-Tebing Tinggi.
Menurut Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (Kasat PJR) Polda Sumatera Utara AKBP Dhery Fajariandono, kecelakaan bermula saat mobil Mitsubishi L300 yang mengangkut ternak ayam melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan.
“Setibanya di KM 63.200 B, pikap tersebut mengalami patah as roda sehingga kendaraan tersebut terguling dan akhirnya melintang di tengah jalan,” ujar Dhery.
Bus Halmahera bernomor polisi BK 7347 UA yang melintas pada saat bersamaan tidak sempat menghindari kendaraan tersebut.
“Kemudian bus tersebut oleng ke kiri sehingga terperosok dan terguling keluar badan ruas tol,” kata Dhery.
Selain empat orang meninggal dunia, kecelakaan ini juga menyebabkan satu penumpang mengalami luka berat dan 18 penumpang lainnya menderita luka ringan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]