Kemudian jalan mendatar lagi di simpang Straat I hingga depan Rajawali Foto dan baru menurun lagi.
Nahas di turun ketiga yang panjangnya lebih kurang 250 meter hingga lampu lalu lintas di bawahnya, kompresor tidak lagi memiliki tekanan angin yang cukup untuk mendorong minyak rem menekan kanvas rem menghentikan roda.
Baca Juga:
Bus Pelangi Hangus Terbakar di Tol Medan-Kualanamu, Polisi: Sopir Hilang Konsentrasi
“Habis anginnya, 'ngeblong', gitu,” kata Budi.
Karena bobotnya truk dan muatannya yang mencapai 20 ton, ditambah sudah kehilangan fungsi rem dan kondisi jalan menurun, truk meluncur tak terkendali.
Upaya sopir menurunkan persnelling dari 3 ke 2 untuk mendapatkan efek rem mesin (engine break) juga, gagal, setelah sebelumnya berhasil dari 4 ke 3.
Baca Juga:
Kecelakaan Maut Renggut Nyawa Istri Anggota PPSD Siahaan Medan; Dua Anaknya Dirawat Intensif
Dengan persnelling netral, truk meluncur makin deras dan menabrak semua yang ada di depannya.
Dalam sistem rem air over hydraulic bagi kendaraan besar, digunakan tekanan angin untuk mendorong minyak rem menekan tuas yang membuka kanvas di dalam tromol rem dan menahan putaran roda.
Sebelumnya angin dikumpulkan di dalam kompresor untuk mendapatkan tekanan yang sesuai. [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.