WAHANANEWS.CO, Jakarta - Video kereta api yang mendadak berhenti saat gempa dini hari langsung memicu kepanikan warganet, setelah narasi yang menyertai unggahan itu menyebut adanya kereta anjlok akibat gempa yang terasa hingga Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (6/2/2026).
Menanggapi video yang ramai beredar tersebut, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 Yogyakarta menegaskan informasi kereta anjlok adalah tidak benar dan menyesatkan.
Baca Juga:
Peta Gempa 2024 Ungkap 14 Zona Megathrust Baru, Ancaman Makin Terukur
Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menyatakan tidak ada satu pun kereta api yang mengalami anjlok saat gempa terjadi.
“Nggak ada KA anjlok, itu KA-nya berhenti karena sesuai prosedur saat terjadi gempa maka seluruh kereta api menghentikan operasional saat itu juga,” ujar Feni saat dikonfirmasi, Jumat (6/2/2026).
Ia menambahkan bahwa penghentian tersebut merupakan berhenti luar biasa yang wajib dilakukan demi keselamatan perjalanan.
Baca Juga:
Buleleng Diguncang 9 Kali Gempa, BMKG Ungkap Aktivitas Sesar Aktif
“Iya, berhenti luar biasa,” imbuhnya.
Feni menjelaskan bahwa begitu gempa terdeteksi, petugas PT KAI langsung diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana perkeretaapian.
“Para petugas akan langsung melakukan pemeriksaan kondisi prasarana seperti jalur rel dan jembatan,” kata dia.
Ia menegaskan bahwa seluruh perjalanan kereta hanya akan kembali dilanjutkan setelah jalur dinyatakan aman dilalui.
“Semua KA baru akan mulai melanjutkan perjalanan setelah jalur dinyatakan aman dilalui,” imbuhnya.
Sebelumnya, gempa bumi berpusat di Pacitan, Jawa Timur, dilaporkan terasa hingga wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.06 WIB dini hari.
Salah seorang warga Bantul, Doni Saputra, mengatakan gempa terasa mendadak saat dirinya tengah berada di sebuah warung kopi di lingkungan tempat tinggalnya.
“Lagi duduk minum kopi, tiba-tiba gelas sama sendok di meja bergetar,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Ia mengaku awalnya mengira ada kendaraan berat melintas, sebelum menyadari getaran berasal dari gempa.
“Kirain truk lewat, tapi kok lantai ikut bergetar, orang-orang langsung berdiri semua,” katanya.
Doni menuturkan beberapa pengunjung warung spontan keluar bangunan karena khawatir terjadi guncangan susulan.
“Pemilik warung langsung suruh kami keluar, takut ada apa-apa,” ucapnya.
Sementara itu, warga Giwangan, Kota Yogyakarta, Bayu Wicaksono, merasakan gempa ketika sedang berada di kamar mandi rumahnya.
“Pas di kamar mandi, gantungan handuk bergerak sendiri,” ujar Bayu.
Ia mengatakan sempat menghentikan aktivitasnya dan memastikan kondisi keluarganya sebelum keluar rumah.
“Saya cek anak dan istri dulu, setelah itu baru keluar ke halaman,” katanya.
Berdasarkan informasi dari media sosial resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa bermagnitudo 6,5 berlokasi di Pacitan, Jawa Timur, terjadi pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB dengan kedalaman 10 kilometer.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]