WahanaNews.co | Dedi Mulyadi terlihat kesel banget ketika mengetahui tiga anak pemulung tidak bersekolah.
Padahal, sekolah itu gratis dan jika persoalan sepatu maupun buku menjadi kendala semua itu bisa diupayakan oleh pihak sekolah.
Baca Juga:
Minta THR Rp165 Juta ke Pengusaha, Gubernur Jabar Sentil Kades Klapanunggal
Tak hanya itu, mantan bupati Purwakarta tersebut juga jengkel karena anak yang paling kecil malah diajak memulung dengan alasan kakak-kakaknya tidak mau bekerja.
"Kok yang kecil diajak keliling, harusnya yang besar dong," tanya Kang Dedi.
"Kakak-kakanya tidak mau pak," jawab pemulung itu sekenanya.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Sebut Sepanjang Pantai Pangandaran Harus Ada Petugas Siaga
Politisi senior Golkar tersebut mengingatkan pentingnya pendidikan bagi anak-anak. Khususnya terkait dengan masa depan mereka.
Sebab, dengan pendidikan seseorang bisa merubah nasib.
"Gak bisa pak harus sekolah! Bapak kan sekolah nggak bayar, nanti kalau nggak sekolah lagi nggak sekolah lagi.
Bapak udah miskin nanti ketiga anak bapak miskin lagi. Nanti bapak punya cucu miskin lagi bapak, punya cicit miskin lagi terus nggak selesai-selesai.
Bapaknya harus tanggung jawab sebagai orang tua," ingat Kang Dedi yang mendapat anggukan dari pemulung tersebut.
"Besok harus sekolah," tegasnya.
Kang Dedi juga mengajak keluarga pemulung tersebut untuk membeli sepatu untuk anaknya sekolah besok. Juga membelikan sembako karena sehari-hari hanya makan nasi dengan lauk kerupuk.
"Saya kesel banget sama bapak. Tiga anaknya tidak sekolah, kesel banget. Bapak tidak bertanggung jawab terhadap anak-anak Bapak! Terus ngapain oleh dibikin, kalau bapak nggak bertanggung jawab" tukas dia. [Tio]