Di lokasi tersebut, SS turun dari mobil sambil membawa sebilah parang, sehingga STS berupaya merebut senjata tajam itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Upaya tersebut justru dibalas SS dengan menyemprotkan pepper spray ke wajah STS dan memukul korban hingga mengalami luka serius.
Baca Juga:
Diduga Abaikan K3, Penanaman Pipa Tanpa APD di Kawasan KEK Sei Mangkei Tuai Sorotan
STS kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, sementara SS bersama anaknya meninggalkan lokasi kejadian.
Mengetahui peristiwa itu, warga sekitar berbondong-bondong mendatangi rumah SS untuk meminta pertanggungjawaban.
Kepala lingkungan setempat dan seorang anggota polisi sempat tiba di lokasi guna meredam emosi massa yang semakin memanas.
Baca Juga:
SMK I Negri Bandar Kekurangan Fasilitas Praktek,Butuh Perhatian Disdik Provinsi Sumut
Namun dari balik mobilnya, SS justru melepaskan tembakan ke udara sebanyak tiga kali menggunakan senjata yang dibawanya.
“Anggota polisi sudah mengingatkan jangan tembak karena massa marah dan ada yang melempar dan berusaha menangkap SS,” kata AKP Holand.
Peringatan aparat tersebut tidak diindahkan dan SS kembali melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga, sehingga empat orang mengalami luka tembak di bagian tubuh berbeda.