"Kejadian Megamendung berawal dari gadget kan, bertemu di luar dengan alasan tablig akbar. Ini dia nih, artinya kejadian sudah menyasar atas nama agama," terangnya.
"Kita tahu semua yang namanya ngaji, tablig akbar, istigasah, dan lain-lain itu hal yang baik. Akan tetapi kalau kemudian itu disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggungjawab, tentu ini menjadi catatan kita bersama," tambahnya.
Baca Juga:
Komunitas Pecinta Alam PLN dan YBM PLN UP3 Bogor Gelar Trekking Edukatif Sekaligus Bakti Sosial di Gunung Salak
Sebelumnya diberitakan, remaja laki-laki berusia 17 tahun diamankan polisi setelah diduga menculik ABG perempuan berusia 13 tahun di Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Korban dibawa ke sebuah kontrakan oleh pelaku dan diduga dilecehkan.
Kepada polisi, korban mengaku dikasih obat oleh pelaku. Korban juga mengaku dilecehkan korban dan temannya.
Baca Juga:
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN UP3 Bogor dan KPP Bogor Raya Tanam Pohon di Kayu Manis
"Menurut pengakuan korban, pada saat dibawa oleh pelaku sempat dikasih obat dan dilakukan pelecehan oleh pelaku bersama temannya," kata Kapolsek Megamendung AKP Eddy Santosa dalam keterangannya, Selasa (10/1).
Eddy menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (7/1) malam.
Pelaku datang menjemput korban di rumahnya dengan alasan mengajaknya menghadiri kegiatan keagamaan di kawasan Puncak, Megamendung, Kabupaten Bogor.