Sebagai langkah antisipatif, pengelola menambal jalan berlubang dan melakukan penataan lingkungan dengan membersihkan rumput serta sampah yang terbawa air hujan.
"Kami sudah menghimbau jauh-jauh hari melalui media sosial dan juga dengan memasang spanduk di lokasi. Karena jalurnya menanjak saat datang dan menurun saat pulang, kami imbau pengunjung memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, terutama sistem pengereman," jelasnya.
Baca Juga:
H+3 Lebaran, 500 Ribu Wisatawan Padati Pantai-Pantai Favorit di Banten
Selain itu, pihak pengelola juga menyediakan layanan pemeriksaan kendaraan dan pos istirahat agar pengunjung dapat berhenti sejenak untuk mendinginkan mesin kendaraan mereka.
Di sisi lain, Mulyadi juga menekankan bahwa seluruh lahan Terasering Panyaweuyan merupakan milik warga setempat.
Keterbatasan ruang dan akses jalan yang sempit membuat tempat ini belum memiliki restoran atau rumah makan besar.
Baca Juga:
Pantai Mertasari, Destinasi Favorit Wisata Lebaran di Tengah Kota Denpasar
Fasilitas kuliner yang tersedia hanyalah warung-warung sederhana dan sebuah kedai kopi yang menghadap langsung ke hamparan kebun bawang merah.
"Yang ada hanya warung-warung alami, karena memang kondisi lahannya terbatas," tutupnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.