Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menyebut kerja sama ini memiliki nilai strategis dalam pengembangan sistem TOD. Ia menilai pengalaman Shenzhen dapat menjadi rujukan dalam membangun sistem operasional perkeretaapian yang terintegrasi.
"MoU ini menjadi langkah untuk menuntaskan persoalan kota modern sekaligus mengunci pertumbuhan ekonomi ke depan," kata Tuhiyat.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Nilai MRT Lintas Timur–Barat Penguat Integrasi Jabodetabekjur
Sementara itu, Deputy Party Secretary and General Manager Shenzhen Metro Group Co. Ltd., Huang Liping menilai langkah Jakarta sudah tepat dengan memprioritaskan sistem TOD sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan.
"Pengalaman kami menunjukkan, ketika perencanaan metro dilakukan sejak awal, hal itu tidak hanya menggerakkan manusia, tetapi juga membentuk ekonomi, ruang kota, dan nilai properti," ucap Huang.
Ia pun mendukung penguatan kemitraan antara Jakarta dan Shenzhen dalam berbagi praktik terbaik, guna membangun kota yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Duet Pramono–Rano Perlu Mempertimbangkan Penggantian Kadishub DKI Syafrin Liputo, Telah Menjabat Lebih dari 6 Tahun
Dalam pertemuan tersebut, juga dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara MRT Jakarta dan Shenzhen Metro Group untuk pengembangan kawasan TOD serta pembangunan sistem transportasi terintegrasi di kawasan perkotaan.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.