"Kami melaksanakan misi yang disebut Pacific Partnership 2026 untuk membangun dan memelihara hubungan dan kerja sama regional dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan bencana di kawasan," kata Komandan Misi Pacific Partnership 2026 Captain Robert Reyes dalam konferensi pers melalui sambungan video, Rabu (17/6/2026).
Pacific Partnership 2026 akan mengunjungi lima negara, yakni Indonesia, Vietnam, Timor Leste, Malaysia, dan Filipina.
Baca Juga:
Buntut Cacian ke Pasien yang Meninggal, 10 Nakes Teridentifikasi KKI hingga Dokter Dinonaktifkan
Misi itu juga memiliki proyek tambahan di Fiji dan Palau sebagai bagian dari penguatan kerja sama kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana di kawasan Indo-Pasifik.
Di Indonesia, sekitar 300 personel Angkatan Laut Amerika Serikat akan singgah di Kota Sibolga pada periode misi tersebut.
Tim tersebut akan melakukan latihan bersama TNI Angkatan Laut untuk memperkuat kemampuan tanggap darurat saat bencana terjadi.
Baca Juga:
Plot Twist 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Pengacara: Itu Airsoft Gun dan Ada Izin Mabes Polri
Selain latihan, misi ini juga menyiapkan layanan medis bagi masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah, termasuk layanan yang berkaitan dengan pemulihan trauma pascabencana.
"Kami bekerja sama dengan organisasi lokal dan regional untuk membantu menyediakan dukungan untuk layanan kesehatan mental," lanjut Robert.
Robert mengatakan, kerja sama dengan organisasi lokal diperlukan agar layanan yang diberikan tidak berhenti saat misi berlangsung, tetapi dapat berlanjut dalam jangka panjang.