Ia juga menyampaikan bahwa bencana alam dapat berdampak kepada siapa saja tanpa memandang ras, agama, gender, maupun kelas ekonomi.
"Karena itu, di masa tenang, kesiapsiagaan menghadapi bencana harus ditingkatkan," ujar Robert.
Baca Juga:
Wanita Tewas di Tambora, Suami Siri Ditangkap Polisi Usai Anak Korban Mengadu ke Tetangga
Menurut Robert, kesiapan menghadapi bencana harus dibangun sebelum keadaan darurat terjadi agar respons dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.
Deputi Komandan Misi Pacific Partnership 2026, Kolonel Alain Lafreniere, mengatakan Pacific Partnership telah berjalan sejak 2006 sebagai respons atas bencana tsunami 2004.
"Pacific Partnership kini telah berusia 20 tahun dan tetap setia pada ide intinya, yaitu bantuan kemanusiaan, kesiapsiagaan bencana, dan penguatan kemitraan di seluruh kawasan Indo-Pasifik," tutur Alain.
Baca Juga:
OJK Batasi Layanan Paylater, Ekonom INDEF: Pelindungan Konsumen Bakal Makin Kuat
Alain mengatakan, misi tersebut terus memperkuat kolaborasi dengan sejumlah negara agar kawasan Indo-Pasifik memiliki kapasitas yang lebih baik dalam menghadapi bencana alam.
Pembangunan dua ruang kelas di SD Negeri 158309 Pandan 3 menjadi salah satu bentuk nyata kerja sama kemanusiaan dan pemulihan pascabencana yang diharapkan memberi manfaat langsung bagi dunia pendidikan di Tapanuli Tengah.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.